Salmanitb.com, Masjid Salman ITB di Ranah Maya


Salmanitb.com (Gambar: onnayokheng.com)

Perkembangan teknologi internet ternyata membawa masjid untuk ikut serta dalam ranah digital. Dari sekian banyak tempat beribadah umat Islam di Bandung, Masjid Salman ITB adalah salah satunya. Melalui situsnya yang beralamat di Salmanitb.com, masjid ini mulai membangun komunitasnya di ranah virtual.

“Kami mulai membangun situs ini sejak 2009 silam,” ungkap Tristia Riskawati, Pemimpin Redaksi Salmanitb.com. Menurutnya, situs ini berfungsi melaporkan aktivitas yang diselenggarakan oleh Masjid Salman ITB. “Bagaimana pun, aktivitas di Masjid Salman ITB menggunakan dana masyarakat. Dalam hal ini, situs web merupakan salah satu siasat untuk melaporkan kegiatan kami ke publik,” lanjutnya.

Selain itu, situs ini juga berfungsi untuk menginformasikan agenda-agenda kegiatan Masjid Salman ITB. Hasilnya, Masjid Salman ITB mulai dikenal secara luas oleh masyarakat. Bahkan, beberapa peneliti dari luar negeri pun pernah menjambangi masjid ini hanya untuk melihat dan mengetahui cara kerja Salmanitb.com.

Lebih umum lagi, mahasiswi Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini juga ingin membangun pandangan bahwa Islam merupakan agama yang inspiratif. Karena, saat ini dunia melihat Islam sebagai agama yang gemar perang dan kekerasan. Penyebabnya, dunia melihat Islam ke Timur Tengah yang merupakan daerah konflik. Padahal, Islam di Indonesia memperlihatkan wajah yang ramah dan inspiratif. Hal inilah yang ingin Tristia dan kawan-kawannya bangun melalui situs Salmanitb.com.

Dalam pengelolaannya, Salmanitb.com sendiri digawangi oleh mahasiswa yang bekerja secara sukarela. “Jumlah pengelola situs ini ada 12 orang,” papar gadis kelahiran Bandung 22 tahun silam ini. Komposisi ini terdiri dari 10 orang yang berfungsi sebagai redaksi. Sedangkan 2 orang lainnya, masing-masing bertugas sebagai admin media sosial dan pengembang web.

Perekrutan redaksi sendiri awalnya dilakukan melalui pelatihan-pelatihan kejurnalistikan yang diselenggarakan oleh Salmanitb.com. Namun, lambat laun, ketika redaksi sudah mulai memiliki banyak jaringan di luar lingkungan ITB, perekrutan juga dilakukan melalui jalur pertemanan.

Redaksi sendiri berfungsi mengelola konten. Setiap harinya, mereka mempublikasikan 2 hingga 3 konten di situs web. Konten-konten ini merupakan liputan kegiatan dan aktivitas di Masjid Salman ITB, mulai dari kegiatan kepemudaan, kajian, hingga perkembangan sarana dan prasarana masjid kampus pertama di Indonesia ini.

Selain situs web, Tristia juga menguatkan konten di situs jejaring sosial seperti Twitter @salmanitb dan Fan Page Facebook SalmanITB.com. Melalui layanan ini, Salmanitb.com tidak hanya berbagi konten-konten yang sudah dipublikasikan di situsnya, tetapi juga berbagi foto-foto menarik di Salman ITB, agenda-agenda pekan ini, serta informasi menarik dari situs Islam lainnya.

Tidak hanya itu saja. Salmanitb.com juga sudah mempunyai aplikasi Salmanitb.com di BlackBerry. Aplikasi ini berfungsi memberikan notifikasi kepada pembaca situs Salmanitb.com bila ada pembaharuan informasi. “Sedangkan (launcher) untuk perangkat Android sedang dalam tahap pengembangan,” beber Tristia.

Hasilnya, Salmanitb.com mulai kebanjiran pembaca. Fan Page Salmanitb.com di Facebook saja sudah mencapai 5 ribu penyuka. Adapun Follower di Twitternya sudah mencapai lebih dari 2.200 orang. Sedangkan di situsnya, setiap harinya dikunjungi lebih dari seribu orang.

Uniknya, pembacanya tidak hanya dari kalangan muslim saja. Tristia menceritakan bahwa temannya yang beragama Katolik juga turut menjadi pembaca Salmanitb.com. “Bahkan, dia (teman Tristia yang Katolik) sampai berkomentar di Facebook bahwa dia suka tulisan di Salmanitb.com,” papar Tristia.

Ke depannya, Tristia berharap Salmanitb.com bisa mengembangkan lebih banyak variasi konten. Dia dan redaksi Salmanitb.com berencana mengembangkan konten berupa video. Hal ini sebagai persiapan Salman ITB untuk membuat Salman TV. Selain itu, Salmanitb.com juga berencana mengembangkan animasi Flash dan infografis. “Supaya lebih interaktif,” ungkap sulung tiga bersaudara ini.

Tristia juga mengajak masjid-masjid lain untuk mengikuti jejak Salman ITB guna mengembangkan situs webnya. Karena, Salmanitb.com sendiri kerap menyelenggarakan pelatihan jurnalistik untuk mahasiswa dan remaja-remaja masjid di Jawa Barat. Hasilnya, beberapa pesantren sudah mempunyai situs web. Salah satu contohnya adalah Kampungnu.com yang dikelola oleh Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya.

Tristia juga menawarkan bantuan apabila masjid-masjid lain juga ingin membuat situs web. “Kami siap membantu (membuatkan situs web), mulai dari (bantuan) berbagi ide dan pengalaman, bahkan kami siap membantu memberikan pelatihan jurnalistik (untuk mengeloal situs web),” tawar Tristia.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s